Tuesday, August 29, 2006

Akhirnya... bersyukurlah..

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya ... Sudah mulai tersenyum nih. Ada yang berbeda dalam 2 hari terakhir. Terlihat wajah cerah dari beberapa teman. Walaupun masih ada yang bilang kurang puas. Aku hanya bisa bilang bersyukurlah atas nikmat yang telah diterima....
Kalau berbicara masalah nilai uang mungkin tidak akan ada habisnya. Karena memang kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Tapi dalam kasus kenaikan gaji rutin setiap tahun, kali ini memang kita patut mensyukuri. Karena memang sudah dibuktikan oleh pihak yang berwenang.
Alhamdulillah .....

Monday, August 28, 2006

Sabar Mas ... Hidup ini ada saatnya.

Teringat sebuah tulisan yang diforward oleh vonny di milis. Bahwa sesuatu itu ada kadarnya dan saatnya pula. Saya beberapa malam terakhir terus merenung dan memikirkan hal-hal yang terjadi di lingkungan kantor. Dari mulai banyak orang resign sampai tidak adanya kepastian kenaikan gaji. Dua masalah ini selalu saling berbanding lurus. Apalagi ditambah dengan istilah suka dan tidak suka. Hmmm... ternyata melelahkan. Banyak unsur negatif yang muncul dari permasalahan2 diatas.
Agar pikiran tidak melantur kemana-mana, maka untuk mengatasi ini semua, saya harus mengatasinya dengan sifat sabar dan berlapang dada. Sabar bukan hanya menunggu, tetapi tetap berusaha maksimal dan berdoa. Tidaklah mungkin sesuatu itu berubah tanpa adanya usaha.
Berpikir positif itu perlu sekali dalam setiap tindakan. Tidak ada salahnya kita menerima setiap informasi sampai lengkap dan dicoba ditelaah dengan baik. Sehingga apa yang akan diputuskan dalam tindakan tidak membuat penyesalan. So... cobalah tetap sabar mas .... Hidup ini sudah ada kadarnya dan saatnya.

Sunday, August 27, 2006

Ya Allah Terima lah Hajiku

Itulah sebagian doa yang aku panjatkan pada saat haji di arafah kemarin. Hmmm... rasa haru dan bahagia pada saat itu. Cucuran air mata akan menjadi saksi nanti pada hari kiamat. Kenikmatan rohani yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata kecuali dengan menangis.

Pada hari arafah itu, seluruh umat muslim melakukan haji disana. Tiada memandang orang kaya dan miskin. Semua sama dihadapan Allah. Mereka hanya mengenakan busana ihram yang tidak berjahit. Zikir menggema setelah shalat dhuhur. Terdengar rintihan, sesenggukan terucap zikir dan memohon doa. Aku, Di awal-awal setelah selesai shalat dhuhur tidak ada rasa sama sekali keinginan untuk menangis. Tapi lama-kelamaan tak terasa lelehan air mata mengalir deras. Mungkin saat itulah allah sangat sayang terhadap hamba-hambanya yang memohon taubat dan ampunan.

Ya Allah terimalah taubatku dan hajiku.
Amin ...

Friday, August 25, 2006

Kenapa Gajiku Tidak naik ? Oh ....

Hari ini tepat tgl 25 Agustus 2006. Semua orang bertanya ? Gimana hari ini ? Karena aku sedikit yakin dan sedikit hopeless, ya aku jawab aja "Coba aja cek ATM". Beberapa menit kemudian muncul lah temanku itu. Dia bilang, kapan yah gaji naik ? Aku bilang mungkin akhir bulan. Cuma tahunnya aja yang nggak tahu. ketawalah dia....

Itulah sedikit kisah pahit hari ini. Setelah 2 bulan menanti semenjak adanya penilaian kerja. Entahlah .... Pertimbangan apalagi yg dilakukan oleh direksi. Apa mungkin dengan kondisi saat ini, perusahaan masih menahan2 untuk tidak menaikan gaji ?

Apakah perlu adanya negosiasi tingkat tinggi atau memberikan terapi-terapi khusus ? Kalau begini terus, perlu adanya tindakan real yang dapat mengubah pola pikir bahwa gaji perlu dinaikkan.