Bekerja bukan untuk coding aja
Hari gini masih coding ? ya itulah kata-kata yang pernah terdengar. Coding kadang menjadi pilihan hidup seseorang. Apalagi suara dari seseorang yang pernah bangga sebagai orang yang dulunya pandai dan maniak coding. Harga diri seperti hancur karena gara-gara tidak coding. Tapi mau gimana lagi, hidup harus berjalan terus.
Ada benarnya juga sih kata-kata itu. Tapi kita harus bisa bijak menanggapinya. Mungkin cara pandangnya bisa dilihat dari sudut yang berbeda-beda. Buat saya yang saat ini sbagai koordinator sysdev memandang bahwa coding tinggal 50% dari porsi pekerjaan saat ini. Tapi buat teman-teman yang bekerja sebagai programmer analyst mungkin porsinya masih 100% coding.
Seiring bertambahnya umur dan karir, seorang programmer bukan saja coding terus, tapi juga harus memikirkan tentang masa depannya. Kemampuan dalam berkoordinasi, memanage operasional atau pandai mengimplementasikan system dengan jumlah user yang banyak sekali. Disinilah kita perlu jeli dalam mencari peluang. Sebab kalau kita terus terbelenggu dengan pola pikir bahwa coding adalah pilihan jalan hidup maka jumlah pengalaman kita tidak akan bertambah.
Aku hanya berharap bahwa semua bagian pekerjaan dibidang IT software harus dicoba dan dirasakan semua. Ini penting karena kita perlu pengalaman. Spesialisasi bidang tertenten memang penting. Tapi kenapa sih kita tidak menggali pengalaman itu. Cobalah perhatikan apabila syarat recruitment perusahaan besar dalam mencari seorang IT manager. Bisa hardware, network, dll dan mengerti tentang SDLC pengembangan software.
So mau nunggu apa lagi. Kesempatan lebar terbentang.
Temanku cobalah ....
Toh pengalaman adalah guru yang terbaik.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home