Friday, September 01, 2006

Masakan untuk bangun rumah

Banyak orang pusing kalau bikin rumah. Apalagi kalau dananya pas-pasan. Untuk kedua kalinya aku membuat rumah. Besarnya malah lebih besar dari rumah yang aku tinggali saat ini. Sempat pusing juga sih, tapi karena semangatnya memang demi orang tua, ya akhirnya dijalani aja.
Pagi-pagi udah sibuk nyiapin makanan untuk tukang/kenek. Padahal kadang aku sendiri makan sayurnya belom tentu mau. Masalahnya rasanya itu loh... Ha...3x. Tidak jelas apa rasanya. Tapi karena tukang nggak pernah protes jadi asal aja masaknya. Yang penting di meja makan ada nasi, lauk-pauk, dan sayur. Tapi lama-lama katanya enak sih.
Setiap sabtu pergi aku ke pasar beli sayur dll. Sampai2 aku tahu berapa harga sayuran di pasar. Padahal istriku nggak pernah ke pasar. huuui... pernah ketemu tukang mie tek - tek yang biasa keliling di depan rumah. Dia tanya, "Kemana emang ibunya ?" Aku bilang aja "Lagi report urus anak" he...3x.
Pengalaman kali ini lebih banyak manfaat di bagian masak2nya dibandingkan ilmu bangun rumahnya. Perencanaan bangun rumah yang detail, ternyata bisa membuat cashflow teratur dan yang penting lagi tidak ada hutang di material. Tinggal 10 hari lagi nih... Tanggal 10 sep mungkin pulang ke jawa anter tukang/kenek skalian silaturahmi di sana.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home