Monday, January 29, 2007

Pagi yang mendung

Hari ini memang sedikit berbeda. Udara mendung dan kemacetan tidak separah hari senin kemarin. Lancarnya rutinitas trading sudah membuat senang. Meeting karena kesalahpahaman akan dimulai pukul 10.00. Nggak tahu deh apa yang akan di complain. Mungkin hanya minta penjelasan saja. Benar juga setelah sedikit ada negosiasi, meeting berjalan lancar. Walau kadang ada sedikit kekakuan karena perlu konfirmasi saja.

Anakku udah mau SD dan TK

Beberapa bulan lagi anak2-ku sudah mulai akan naik kelas. Nggak kebayangkan sudah mau SD dan TK A. Padahal baru kemarin rasanya menggendong mereka. Kok sudah mulai besar yah... Terasa tua juga...
Tapi target untuk anakku yang tertua adalah bisa berhitung dan menulis dengan rapi. Sedang si kecil yang penting dia kenal huruf dulu. Tidak muluk2 kan....

6 Bulan Pertama

Mungkin ini pengalaman baru setelah 6 bulan ditinggal teman2 yang resign dulu. Sempat juga bingung karena takut hal2 yang akan terjadi. Setelah berjalan 6 bulan, mungkin pelajaran yang bisa dipetik bertambah. Kendali operasional dan coding ditambah dengan meeting2 yang kadang menyebalkan. Tapi ada nilai tambahnya yang bisa diambil. Thanks buat teman2 yang msh tetap setia mendukung.

Suatu waktu teman2 bertanya, kira2 kita msh tetap bertahan nggak?
Saya jawab aja, selama tidak mengurangi martabat dan harga diri, maka saya akan tetap bertahan. Tapi kalau ada hal2 yang membuat hati gundah, ya sudah.... Toh bekerja ada banyak pilihan. Bekerja perlu negosiasi. Yang penting penyelesaian yang tepat.

Target Bekerja

Bulan januari ini saya berusaha membuat target. Intinya agar ada perencanaan lah. Tapi apa mau dikata apa yang sudah ditargetkan juga tidak sesuai dengan perencanaan. Kadang saya berpikir, gimana perencanaan yang effektif. Mungkin perlu perenungan mendalam dan target yang realistis...
Tapi saat ini saya ingin berbuat yang lebih baik lagi. Bijak dan kreatif dalam bekerja akan membuat solusi kerja lebih baik lagi.

Menjemput Keluarga Pulang Haji

Tgl 17 Jan 2007 lalu saya diberi mandat untuk mengurus penjemputan haji salah satu keluarga adik ibu saya. Mungkin karena rumah saya terdekat sehingga beliau mempercayakan itu ke saya. Kebahagiaan yang terhingga, karena diberi kesempatan bertemu pertama kali di Bandara.
Sekitar jam 16.00 sore saya ijin pulang dari kantor dan menjemput ke bandara. Ini saya lakukan karena takut ketangkep 3 in 1 dan kemacetan ke Bandara.

Sekitar jam 17.30 saya sampai di bandara sukarno hatta. Disana sudah banyak keluarga dari kloter jawa barat yang menunggu. Sempat bertanya2 bisa nggak masuk ke dalam. Wah ternyata pungli di Bandara luar biasa. Beberapaoknum TNI AU yang menjaga pintu dengan terang-terangan meminta 50 ribu per orang kalau ingin ketemu duluan. Di dalam hati saya, ngapain lagi ngasih orang itu. Mudah2-an allah memberi kesadaran. Wong niatnya baik dari keluarga untuk membantu agar bisa meringankan beban jamaah haji dan cepat mencari bagasi (Koper/Tas) eh malah di pungli.

Setelah bertemu Om yang pulang haji, keharuan luar biasa. Betapa allah memberikan rahmat dan anugrah sehingga bisa bertemu lagi.
Alhamdulillah saya sudah sering haru... Pada saat saya pulang haji dulu juga menangis karena bisa kumpul lagi dengan anak dan orang tua. Rasanya ingin mengulangi lagi keharuan itu. Tapi mungkin sekarang tidak seperti dulu dimana orang bisa berangkat haji berkali-kali. Karena saaat ini Depag membatasi orang berangkat haji.

Saya selalu berdoa agar kelak Allah memberikan kesempatan lagi ke keluarga kami agar bisa berangkat haji bersama anak2. Amin....

Pekerjaan dibuat susah

Kejadian hari ini cukup menggelikan. Coba bayangkan pekerjaan yang harusnya mudah setelah dipimpong kesana kemari akhirnya jadi sulit. Perlu proses bijak agar pekerjaan itu bisa tetap berjalan. Toh belum juga berakhir....
Mungkin perlu sedikit terapi agar sesuatu yang sulit bisa menjadi mudah.
Pengalaman jarang dijadikan guru yang baik, malah bikin pengalaman baru lagi.
Kadang try and error masih terus dijalankan walau kadang kejeblos ke lubang yang sama.
Effort yang besar tapi hasil yang kecil....
Temanku... cepatlah sadar....