Thursday, April 26, 2007

Sibuk dan Sejahtera

Dari awal tahun ini pekerjaan kok semakin banyak yah. Nggak tahu nih kapan selesainya.
Satu selesai, eh muncul lagi. Berusaha menyelesaikan setiap pekerjaan selalu jadi harapan setiap di akhir hari.
Target utama sekarang mensejaterahkan team yang masih ada. Amin....

Thursday, February 01, 2007

Renungan menjelang subuh

Ternyata enak juga merenung menjelang subuh. Suasananya berbeda bila dibandingkan merenung menjelang tidur. Rasa fresh dengan pikiran yang masih jernih jadi nilai tambahnya. Kadang hal2 yang tidak terpikir dimalam hari akhirnya terpecahkan pada saat menjelang pagi. Masalah rumit dan biasa-biasa terpecahkan dengan mudahnya. Mungkin ini jadi awal yang baik untuk memulai rencana di awal hari.

Monday, January 29, 2007

Pagi yang mendung

Hari ini memang sedikit berbeda. Udara mendung dan kemacetan tidak separah hari senin kemarin. Lancarnya rutinitas trading sudah membuat senang. Meeting karena kesalahpahaman akan dimulai pukul 10.00. Nggak tahu deh apa yang akan di complain. Mungkin hanya minta penjelasan saja. Benar juga setelah sedikit ada negosiasi, meeting berjalan lancar. Walau kadang ada sedikit kekakuan karena perlu konfirmasi saja.

Anakku udah mau SD dan TK

Beberapa bulan lagi anak2-ku sudah mulai akan naik kelas. Nggak kebayangkan sudah mau SD dan TK A. Padahal baru kemarin rasanya menggendong mereka. Kok sudah mulai besar yah... Terasa tua juga...
Tapi target untuk anakku yang tertua adalah bisa berhitung dan menulis dengan rapi. Sedang si kecil yang penting dia kenal huruf dulu. Tidak muluk2 kan....

6 Bulan Pertama

Mungkin ini pengalaman baru setelah 6 bulan ditinggal teman2 yang resign dulu. Sempat juga bingung karena takut hal2 yang akan terjadi. Setelah berjalan 6 bulan, mungkin pelajaran yang bisa dipetik bertambah. Kendali operasional dan coding ditambah dengan meeting2 yang kadang menyebalkan. Tapi ada nilai tambahnya yang bisa diambil. Thanks buat teman2 yang msh tetap setia mendukung.

Suatu waktu teman2 bertanya, kira2 kita msh tetap bertahan nggak?
Saya jawab aja, selama tidak mengurangi martabat dan harga diri, maka saya akan tetap bertahan. Tapi kalau ada hal2 yang membuat hati gundah, ya sudah.... Toh bekerja ada banyak pilihan. Bekerja perlu negosiasi. Yang penting penyelesaian yang tepat.

Target Bekerja

Bulan januari ini saya berusaha membuat target. Intinya agar ada perencanaan lah. Tapi apa mau dikata apa yang sudah ditargetkan juga tidak sesuai dengan perencanaan. Kadang saya berpikir, gimana perencanaan yang effektif. Mungkin perlu perenungan mendalam dan target yang realistis...
Tapi saat ini saya ingin berbuat yang lebih baik lagi. Bijak dan kreatif dalam bekerja akan membuat solusi kerja lebih baik lagi.

Menjemput Keluarga Pulang Haji

Tgl 17 Jan 2007 lalu saya diberi mandat untuk mengurus penjemputan haji salah satu keluarga adik ibu saya. Mungkin karena rumah saya terdekat sehingga beliau mempercayakan itu ke saya. Kebahagiaan yang terhingga, karena diberi kesempatan bertemu pertama kali di Bandara.
Sekitar jam 16.00 sore saya ijin pulang dari kantor dan menjemput ke bandara. Ini saya lakukan karena takut ketangkep 3 in 1 dan kemacetan ke Bandara.

Sekitar jam 17.30 saya sampai di bandara sukarno hatta. Disana sudah banyak keluarga dari kloter jawa barat yang menunggu. Sempat bertanya2 bisa nggak masuk ke dalam. Wah ternyata pungli di Bandara luar biasa. Beberapaoknum TNI AU yang menjaga pintu dengan terang-terangan meminta 50 ribu per orang kalau ingin ketemu duluan. Di dalam hati saya, ngapain lagi ngasih orang itu. Mudah2-an allah memberi kesadaran. Wong niatnya baik dari keluarga untuk membantu agar bisa meringankan beban jamaah haji dan cepat mencari bagasi (Koper/Tas) eh malah di pungli.

Setelah bertemu Om yang pulang haji, keharuan luar biasa. Betapa allah memberikan rahmat dan anugrah sehingga bisa bertemu lagi.
Alhamdulillah saya sudah sering haru... Pada saat saya pulang haji dulu juga menangis karena bisa kumpul lagi dengan anak dan orang tua. Rasanya ingin mengulangi lagi keharuan itu. Tapi mungkin sekarang tidak seperti dulu dimana orang bisa berangkat haji berkali-kali. Karena saaat ini Depag membatasi orang berangkat haji.

Saya selalu berdoa agar kelak Allah memberikan kesempatan lagi ke keluarga kami agar bisa berangkat haji bersama anak2. Amin....

Pekerjaan dibuat susah

Kejadian hari ini cukup menggelikan. Coba bayangkan pekerjaan yang harusnya mudah setelah dipimpong kesana kemari akhirnya jadi sulit. Perlu proses bijak agar pekerjaan itu bisa tetap berjalan. Toh belum juga berakhir....
Mungkin perlu sedikit terapi agar sesuatu yang sulit bisa menjadi mudah.
Pengalaman jarang dijadikan guru yang baik, malah bikin pengalaman baru lagi.
Kadang try and error masih terus dijalankan walau kadang kejeblos ke lubang yang sama.
Effort yang besar tapi hasil yang kecil....
Temanku... cepatlah sadar....

Thursday, November 30, 2006

Rambutan nyengir

Istilah ini mah untuk rambutan yang kulitnya terbelah karena pengaruh panas yang tinggi terus tiba-tiba hujan terus. Setelah kulit membelah dan terlihat dagingnya, maka dalam beberapa hari akan membusuk dan berwarna hitam di pohonnya.
Saat ini hampir semua pohon mengalami hal yang sama. Wah tidak panen banyak tahun ini. Biasanya panen berkarung-karung dan bisa dibagi-bagi ke saudara dan tetangga.
oh rambutanku....

Selesainya membangun rumah

Alhamdulillah. Tugasku membangun rumah sudah tinggal 1 hari lagi. Usaha melelahkan baik fikiran dan dana dalam penyelesaian rumah ibunda tercinta. Kadang ada suatu kebanggaan karena bisa membantu merealisasikan cita-cita orang tua.
Banyak suka duka selama hampir 4,5 bulan menyelesaikannya. Mungkin banyak orang mengira bahwa seolah-olah saya banyak uang. Yang pasti usaha ini sudah selesai. Ibunda tinggal menempati saja. Kritikan pedas pernah terjadi di awal-awal. Tapi lambat laun hilang dengan sendirinya. Dengan doa dan kesabaranlah semua ini bisa terwujud.
Ya Allah berilah keberkahan terhadap rumah baru orang tuaku. Semoga diakhir tuanya dia bisa mengisi masa tuanya dengan ibadah kepada Allah SWT. Amin...

Tips Berhaji

Semoga pengalaman berhaji ini berharga.
Berikut yang aku alami sebelum dan selama berhaji :

Sebelum berangkat :
1. Niatkan haji karena hanya karena Allah.
2. Berusaha tepat waktu shalat 5 waktu dan banyaklah berdoa untuk keselamatan
kita berhaji.3. Memperbanyak sholat sunnah taubat dan tahajud di 1/3 malam terakhir.
4. Pasrahkan semua kepada Allah.
Anak, harta yang kita tinggalkan, agar Allah menjaga mereka. 5. Coba latihan Jalan2 pagi. Karena ibadah haji lebih pada fisik.
(Thawaf, Sai dan melempar jumrah). Apalagi saat ini madinah lebih dingin dari tahun kemarin.
Kalau Mekah sih kurang lebih sama kayak jakarta.
6. Coba latihan bersabar dan istigfar.
Insya Allah disana akan berguna. Karena desa akan bertemu
dengan jamaah seluruh dunia yang perilaku/sikap berbeda-beda.
7. Catatlah semua orang yang ingin didoakan ke dalam buku saku/notebook.
Insya Allah, kita tidak akan lupa mendoakan saudara2, teman2 yang titip doa
agar desa bisa mendoakan mereka di tempat2 mustajab (Arafah, Multajam, makam ibrahim
dan di raudah). Karena nanti disana kita tinggal membaca semua titipan doa itu.
8. Bawalah pakaian secukupnya. Karena nanti kalau banyak bingung pas bawa pulangnya.
Ole2 tuh sampai penuh 1 koper...

Selama berhaji:
1. Jangan lupa ambil sunnah Arbain di Madinah. 40 waktu shalat 5 waktu berjamaah.
Insya allah pahalanya berlipat2 dan jangan lupa berdoa di RAUDAH.
Kalau Wanita Raudah buka jam 7 - 11 siang doang. Selebihnya Laki2.
Nikmatnya shalat dan berdoa di tempat Tahajudnya Nabi Muhammad SAW.
2. Manfaatkan waktu terutama di Masjidil Haram untuk ibadah
(Tawaf sunnah, Baca Quran, shalat sunnah).
Kemarin kebetulan hampir setiap hari saya thawaf sunnah pas menjelang shubuh.
Jadi berangkat dari Maktab sekitar pukul 2.30 pg. Sampai di Masjid langsung
shalat malam, terus thawaf sunnah, baca Alquran dan shalat shubuh.
3. Nanti di Arafah, Pas waktu wukuf, stelah dhuhur adalah waktu yang sangat mustajab
untuk berdoa. Bacakan semua doa zikir disana.
Nangislah, mohon ampun dan taubat sama Allah SWT.
4. Berhati2-lah pas Melempar jumrah aqobah apalagi ambil waktu afdol.
Kemarin sendal saya sampai putus karena berdesak2-an pas pukul 8 pagi.
Serem juga kalau ingat. Suara manusia bergemuruh..
5. Banyaklah bersabar disana. Nikmatilah apa2 yang ada. Kalaupun kita tidak puas atas
pelayanan haji. Anggap saja hal yang biasa.
6. Saling tolong-menolong di dalam satu rombongan. Apalagi menolong orang yang sudah tua.
Insya Allah pertolongan akan selalu datang .
7. Makanlah makanan yang bergizi. Disana tuh makanan restoran nggak ada yang enak.
Rasanya nano2 semua. Kecuali rombongan ikut Catering.
Kebetulan kemarin aku pakai ONH biasa. Jadi makan cari sendiri.
Yang ada beli terus sama orang2 Madura. Istilah mereka namanya MUKIMIN.
8. Banyak fakir miskin disana. Apalagi di Mina pas melempar jumrah.
Bisa bersodaqoh disana. Rata2 setiap ngasih 1 real...
Kalau di masjidil Haram pengemis sedikit karena banyak diusir oleh Asykar...
9. Kalau mau murah, gunakan telpon provider selular disana.
Beli voucher perdana aja. Sekitar 150 Real... Bisa sampai 1 bulan tuh telponan ke jakarta.
kalau nggak salah nama providernya Aljawal. Itu lebih murah dibanding
Biaya roaming dan telpon ke jakarta via telkomsel misalnya.

smoga bermanfaat, selamat berhaji...

Wednesday, September 13, 2006

Waktu adalah Amanah

Mungkin pernah mendengar kata-kata diatas. Saya sendiri berusaha menjaga waktu sebaik mungkin. Perencanaan yang baik dan effisien akan memaksimalkan penggunaan waktu dan hasil yang baik pula. Problem utama adalah pada saat kebiasaan menggunakan waktu sering di langgar. Pelanggaran biasanya akibat dianggap sebuah pekerjaan penting atau tidak.
So.... Anggap lah semua perencanaan yang sudah di set begitu penting buat kehidupan. Jagalah waktu sebagai amanah. Mungkin itu akan lebih baik.

Misteri Ciuman

Pernah nggak dicium ?
Banyak loh rahasia yang terpendam.

Thursday, September 07, 2006

Anak-anakku


Anakku sudah 2 orang. Yang pertama Naila dan yang kedua Nafis. Jarak umur keduanya sekitar 18 bulan. Dekat sekali yah... Tapi memang sudah rejekinya. Setelah melahirkan anak pertama, memang tidak melakukan KB karena takut nanti sulit mendapatkan anak lagi. Jadi berjalan normal saja. Istilahnya KB alamiah lah....

Sekarang Naila sudah 5 tahun. Sudah sekolah di TK-B. Sedang Nafis baru playgroup. Wah sudah terasa tua sekali. Kebutuhan untuk sekolah semakin besar. Cita-citaku, semoga mereka bisa bersekolah sampai S1 universitas.

Saat ini mereka sedang membutuhkan perhatian yang besar. Kadang karena pertemuan setiap hari sedikit, mereka rela menunggu papanya sampai pulang kerja sampai jam 21-an. Rasa kangen terobati bila pada saat telpon siang hari terdengar celoteh dari balik telpon. Hmmmm ... smoga mereka mengerti apa yang papa/mama lakukan untuk bekerja dan kepentingan mereka di masa depan. Ya Allah jadikanlah mereka anak yang sholeh/sholeha, yang cerdas, dan berakhlak mulia. Amin...

Keharuan melihat kabah

Waktu itu sekitar jam 12-an malam tanggal 26 des 2005. Langkah kaki rombongan yayasan kami berjalan dari maktab menuju Masjidil Haram. Berjalan kaki lumayan jauh, sekitar 2 km. Kehidupan kota mekah malam itu seperti siang hari. Yang hilang malam itu adalah sedikitnya lalu lalang mobil2 macet.

Sembari melantunkan zikir, rombongan terus berjalan. Rasa heran menyelimuti hatiku. Rumah-rumah, toko-toko, dan mobil yang diparkir model arab. Banyak orang berdiri menawarkan barang padahal waktu itu sudah larut. Ada juga pengemis yang menadahkan tangan sembali berbicara "Fisabilillah". Tangan atau kaki yang buntung terlihat di setiap pengemis. Apakah mereka kena hukuman karena mencuri ? hmmmm... keadaan cacat yang membuat mereka mengemis.

Setelah berjalan sekitar 15 menit, mulailah terlihat sinar terang ke atas langit. Terdengar sayup-sayup suara orang membaca alquran. Aku melihat besarnya bangunan yang selama ini terpampang di gambar-gambar di rumah atau di masjid. Apabila melihat gambar, mungkin tidak ada pesona apapun. Tapi ini lain, aku melihat penuh keharuan. Dari halaman masjid, aku sudah mulai berdoa. Mataku tidak bergeming dan terdiam melihat keindahan bangunan itu. Ya allah berilah keagungan bagi Masjidil Haram dan keberkahan bagi siapapun yang mengunjunginya.

Beberapa saat kemudian, aku mulai masuk ke dalam masjid. Kaligrapi dan tiang-tiang tinggi menjulang ke atap. Lantai marmer yang mengkilap bersih, seperti setiap waktu dicuci/pel. Jumlah jamaah yang tidak pernah sepi. Ya allah, aku bersyukur telah bisa bersujud di dalam rumah mu baitullah. Setelah Shalat sunah tahiyatul masjid, aku berdoa. Tidak terasa meleleh air mata. Keharuan dan rasa syukur karena sudah diberikan kesempatan bisa bersyujud di Baitullah.

Setelah puas shalat sunah, aku dan rombongan mulai berjalan masuk lebih jauh lagi. Kulihat bangunan hitam yang selama ini terbayang-bayang pada saat shalat. Ya itulah Kabah... Tidak ada sepatah katapun yang keluar.... Sempat mataku dipejamkan karena tidak percaya. Tapi tetap saja keinginan ingin mendekat. Tapi saat itu tidak bisa karena banyaknya barisan orang-orang tawaf. Sambil berdiri aku berdoa, menangis dan sujud syukur karena untuk pertama kalinya dalam hidupku bisa bertemu langsung dengan rabbku...
Ya Allah Ampuni aku.... Aku datang kesini karena menunaikan kewajibanku....
Terimalah segala amal ibadahku...

Berhaji Yuk ....


Banyak orang bercita-cita ingin berhaji. Cuma caranya bagaimana yah ? Saya sedikit ingin sharing, mungkin akan berguna.

Awal-awalnya juga nggak bermimpi bisa berhaji di waktu muda. Waktu itu setelah mengantar ibu berhaji yang kedua kali bercita-cita ingin sekali berangkat. Namun karena uang masih terbatas jadi hanya sebatas impian saja. Di tahun berikutnya kakak tertua saya berhaji bersama istrinya. Sejak itu, keinginan semakin menggebu. Membaca buku-buku tentang manasik haji sempat membuat bermimpi. Bahkan pernah sempat bermimpi naik pesawat terbang. Terus saudara sempat bertanya, "Emang darimana ? Aku jawab aja habis menunaikan ibadah Haji". Ha...3x hanya dalam mimpi...

Untuk menwujudkan impian itu, saya mulai bertanya-tanya tentang tahapan-tahapan bagaimana cara pergi haji. Pertama-tama, saya memulai dengan membuat tabungan haji di sebuah bank. Dengan tertib saya menabung setiap bulan 500 Ribu. Ini saya lakukan agar tidak membuat kacau cashflow keluarga. Setelah 1 tahun menabung, lumayan juga uang yang terkumpul. Selain itu ada kelebihan rejeki dari kontrakan rumah. Tabungan semakin lama semakin banyak.

Menjelang tabungan berjumlah 20 juta, barulah saya mencoba bertanya-tanya ke Yayasan (KBIH). Disana dijelaskan prosedur-prosedur naik haji. Kemudian yayasan itu yang mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan keberangkatan haji. Alhamdulillah sekarang saya sudah melaksanakan haji di tahun 2006/1426H. Cita-cita saya sudah terwujud.

Ternyata tidak ada yang sulit. Selagi kita berusaha giat dan berdoa dengan khusyu, insya Allah akan terwujud.
Hayo... jangan tunda-tunda lagi. Selagi masih muda dan tanggungan ekonomi belum besar.

Semoga allah selalu menjaga kemabrulan haji saya. Amin...

Wednesday, September 06, 2006

Introspeksi Kebiasaan

Kalau kita berbicara masalah kebiasaan tak lepas dari hal-hal yang sering kita lakukan sehari-hari. Kebiasaan baik akan memperkuat pribadi seseorang dan seseorang akan berperilaku baik. Kebiasaan buruk kadang juga sulit dibuang dari kehidupan kita sehari-hari. Kebiasaan ibarat benang. Apabila kebiasaan2 sering kita lakukan akan menjadi tambang. Dan apabila terus kita lakukan lagi akan melilit orang yang melakukannya.

Awalnya, apabila kita ingin melakukan kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasaan buruk akan terasa berat sekali. Contoh saja, seorang muslim mencoba untuk bangun lebih pagi agar bisa menjalankan ibadah sholat sunah sebelum subuh. Pastilah kebiasaan ini akan sulit sekali. Tapi lama-kelamaan akan dimudahkan oleh allah dengan didukung oleh kuatnya keinginan kita untuk terus melakukan. Seseorang yang sudah sakit paru-paru/jantung karena akibat rokok yang biasa dia hisap setiap hari tidak menyebabkan dia sadar dan berhenti dari merokok.

Kalaulah kita cepat menyadari dan introspeksi akan semua aktivitas kita sehari-hari, cobalah kita hitung untung dan ruginya. Mungkin setelah introspeksi akan terlihat kebiasaan mana saja yang baik dan buruk. Cobalah tingkatkan kebiasaan2 yang baik dan tinggalkan kebiasaan yang buruk. Celakalah buat orang-orang yang akan terus melakukan kebiasaan buruk dan terbawa sampai ke liang kubur. Terus lah berdoa agar kita terhindar dari hal-hal yang buruk.